Senin, 13 Desember 2010

Meluruskan Makna Syirik dan Iri

Syirik dan iri adalah dua kata yang kerapkali kita dengar dan diucapkan oleh sebagian orang. Semisal seseorang mengatakan kepada anda “janganlah anda mempunyai sifat iri” atau “jauhilah perbuatan syirik dan iri dari kehidupan anda” atau kalimat yang semisal. Akan tetapi perlu anda ketahui, bahwa akhir - akhir ini sebagian orang (terutama di kalangan remaja) telah salah dalam memaknai dua kata ini dan akibatnya mereka mengucapkannya di kondisi yang kurang tepat. Semisal, “wah kamu nih mulai syirik sama aku ya” atau “jangan – jangan dia dah mulai syirik sama si anu”. Sebenarnya yang mereka maksud adalah iri bukanlah syirik. Syirik dan iri adalah dua kata yang hampir sama dari sisi penulisan namun mempunyai arti yang jauh berbeda dari sisi pemaknaan dan keduanya adalah perbuatan berbahaya yang wajib seorang muslim untuk menghindarinya. Jadi perbedaan syirik dan iri itu apa???...
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal yang merupakan kekhususan bagi Allah (yaitu di ibadahi) atau arti gampangnya, anda menyekutukan Allah dengan selainNya dalam hal Ibadah. Contohnya, ada seseorang menyembelih hewan kurban untuk dipersembahkan kepada jin dipohon tertentu, seseorang sholat yang meniatkan sholatnya untuk Allah dan untuk selain Allah semisal dia berkata “Aku sholat untuk Allah dan untuk orang tuaku agar mereka menyebutku orang yang rajin ibadah” dan contoh - contoh perbuatan syirik lainnya. Kemudian apa itu iri???...
Iri sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Qudamah rahimahullah adalah anda membenci nikmat yang Allah azza wa jalla berikan kepada seseorang dan anda merasa suka jika nikmat itu lenyap dari orang tsb. Contohnya, suatu saat anda dan teman - teman anda melihat hasil nilai ujian di papan pengumuman. Ketika melihatnya anda kaget karena anda mendapat nilai yang rendah akan tetapi teman anda mendapat nilai yang tinggi. Kemudian anda pun berfikir demikian “Kok bisa-bisanya ya dia mendapat nilai tinggi? padahal dia kuliah aja jarang berangkat. Kalopun berangkat aja dia kurang memperhatikan dosen pas diterangkan. Beda banget sama aku, aku tiap hari berangkat, materi kuliah aku catat dan aku memperhatikan. Wah jangan - jangan dosen salah ngitung nilai nih, seharusnya aku yang mendapat nilai tinggi dan dia sebaliknya” dan contoh – contoh yang lain. Intinya, anda membenci nikmat dan berharap nikmat itu hilang dari orang lain, itulah makna iri atau yang lebih kita dikenal dengan nama hasad atau dengki. Maka, berusahalah untuk menghindari rasa iri karena Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda “Janganlah kalian saling dengki” (HR. Muslim).
Jika seseorang bertanya kepada anda demikian “Mana yang pertama akan anda pilih untuk dihindari diantara dua hal ini yaitu syirik dan iri?”……
Maka anda bisa menjawab “Syirik. Karena syirik adalah bentuk perbuatan tercela yang menempati peringkat paling tinggi diantara perbuatan tercela lainnya dan syirik, merupakan bentuk kedzaliman yang paling besar kepada hak Allah azza wa jalla. Dia berfirman “…Sesungguhnya syirik itu merupakan kezholiman yang besar” (Surat Luqman ayat 13). Kemudian, Allah juga tidak akan mengampuni seseorang yang meninggal dunia dengan membawa dosa syirik. Maksudnya, dia disiksa selama - lamanya di dalam neraka dan tidak akan pernah merasakan nikmatnya surga. Allah berfirman: ”Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik…” (Surat An Nisa’ ayat 48).
Kemudian setelah itu anda bisa memilih untuk menghindari penyakit iri yaitu dengan cara menerima takdir Allah azza wa jalla. Semisal dari contoh tentang iri diatas anda bisa berkata dalam diri anda demikian “Seseorang itu telah ditentukan nikmatnya oleh Allah. Seseorang itu harus berusaha mendapatkan nikmat itu dan tidak boleh baginya untuk berpangku tangan menunggu nikmat karena nikmat itu tidaklah datang melainkan dengan berusaha meraihnya. Bisa jadi dalam nilai ujian ini aku kurang belajar, aku terlalu membanggakan diri akan keadaanku dan aku terlalu meremehkan orang lain. Jadi untuk lebih menenangkan diriku, aku harus bersabar dan berusaha kembali untuk belajar di ujian yang akan datang agar kelak aku bisa seperti temanku, Insya Allah’. Dengan sikap demikian anda akan merasa lapang dada, tenang, tidak gusar akan nikmat orang lain dan anda akan menjadi orang yang paling kaya karena Rosulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Terimalah apa yang Allah berikan padamu, nisacaya engkau akan menjadi manusia yang paling kaya” (HR. Tirmidzi dan Ahmad. Statusnya hasan. Maksudnya, hadits ini kuat dan bisa dijadikan dalil)“.
Dan kesimpulannya:
1. Syirik dan iri adalah dua hal yang berbeda namun mempunyai kesamaan yaitu sama - sama penyakit yang bisa merusak keimanan dan hati seseorang. Jadi, hindarilah keduanya.
2. Seseorang yang punya penyakit iri tetapi tidak punya penyakit syirik itu lebih baik daripada seseorang yang punya penyakit syirik tetapi tidak punya penyakit iri. Namun yang lebih baik lagi adalah seseorang yang tidak punya penyakit syirik dan iri.
Semoga sudi kiranya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala selalu melindungi kita dari kedua penyakit ini hingga kita bertemu denganNya.
Hanya kepada Allah-lah tempat memohon pertolongan…
Walhamdulillaah…

Syirik artinya menyekutukan ALLAH sedangkan iri adalah selalu merasa ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain sedangkan Ia tak mampu memilikinya dan akhirnya Ia bersuudzon terhadap orang lain lalu menceritakan kejelekannya... tapi disini banyak orang yang salah mengartikannya, kebanyakan orang menyebut iri dengan kata syirik, misalnya : ada seseorang yang ingin sesuatu tapi ia tak bisa memilikinya lalu hanya bisa menceritakan kejelekannya saja lalu temennya menyebu dengan Syirik aja lo seharusnya dia menyebutnya dengan kata Iri aja.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar